Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menjajaki peluang kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan LPK Duta Mandiri Indonesia (DMI) dalam hal magang kerja ke negeri Jepang. Harapannya dengan adanya Program ini Mahasiswa dan Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMSIDA nantinya akan memiliki kesempatan untuk bekerja di Jepang, serta tidak menutup kemungkinan kerjasama ini nantinya akan berkembang untuk Alumni dan Fakultas Sains dan Teknologi terutama pada Prodi Agronomi dan Teknik Mesin juga.

Tim PInPKU berkesempatan untuk melihat lebih dekat proses seleksi wawancara yang melibatkan user dari perusahaan yang ada di Jepang dengan peserta yang sudah mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari LPK Duta Mandiri Indonesia (DMI), yang dilakukan pada hari selasa, 23 Juli 2019 untuk yang gelombang pertama dan gelombang kedua yaitu tanggal 26 Juli 2019.

Pada hari Selasa, 23 Juli 2019 peserta Program Magang Kerja Duta Mandiri Indonesia (DMI) yang melaksanakan wawancara gelombang pertama sebanyak 15 siswa bidang keperawatan (Kaigo) dan pada hari Jumat, 26 Juli 2019, sebanyak 36 siswa bidang keperawatan dan pertanian. Tidak hanya wawancara biasa tetapi mereka juga menunjukan bakat yang mereka bisa, misalnya menyanyi lagu Jepang, bermain gitar dll. Mereka datang dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, ada yang berasal dari Lamongan, Tulungagung, bahkan ada yang datang dari Bandung.

Saat ini sudah ada beberapa orang Indonesia yang sudah bekerja di Jepang terutama di bidang kesehatan. “Kami berharap para peserta magang tidak hanya mempelajari keperawatan lansia, tapi juga mempelajari budaya dan cara orang Jepang bekerja. Ditambah lagi bahasa Jepang  semakin susah,” kata Kowada dengan bahasa Jepang, salah satu user dari perusahaan yang ada di Jepang.

Dengan adanya kegiatan wawancara yang bertempat di Kampus 3 Pilang  ini membuat 5 mahasiswa UMSIDA tertarik dengan Program dari LPK DMI ini.  Mereka tertarik untuk mengetahui bagaimana proses ke depannya. “Mahasiswa atau alumni yang tertarik untuk ikut dalam program ini harus ikut pelatihan bahasa Jepang di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di level N5 dan N4. Setelah itu, mereka harus menempuh pelatihan bahasa sampai level N3 dan budaya Jepang di Tulungagung tepatnya di Pusat LPK Duta Mandiri Indonesia (DMI). Pelatihannya berlangsung setiap hari senin s/d sabtu dimulai jam 08:00 – 15.00 WIB. Setelah mereka lulus level N3 dan memahami budaya Jepang baru mereka akan diwawancarai oleh user dari perusahaan Jepang baru diberangkatkan ke Jepang” demikian penjelasan dari Pak Doni selaku Kepala LPK DMI.

Gaji yang ditawarkan ketika magang disana yaitu sekitar Rp 20 juta rupiah. Dan wajib mengikuti program magang minimal selama tiga tahun.

“Saya memilih berangkat magang ke Jepang karena saya ingin mencari pengalaman yang lebih dan juga tergiyur dengan gajinya yang besar.” tutur Alumni FIKES UMSIDA 2017, Roma Dinda.

Setelah melihat secara langsung proses di Kampus 3 Pilang dan juga berdasarkan hasil diskusi dengan LPK Duta Mandiri Indonesia (DMI), mahasiswa dan pihak kampus UMSIDA

Penulis Ainun Zariyah

Related Post

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *